mbah google

Rabu, 06 Januari 2010

SUARA SIAPA ITU?

Sewaktu SMA dulu, aku mempunyai sahabat yang namanya rendy, dimanapun aku berada di situ pasti ada dia juga, sudah kaya homo saja kita waktu itu. Kami sering banget bolos sekolah dan nongkrong bareng, suatu hari aku sengaja bareng rendy nongkrong di terminal, untuk makan dan ngerokok, ternyata kunci motorku hilang, saking paniknya aku teriak-teriak sehingga memancing perhatian orang sekitar, dan di antara mereka tidak ada satupun yang menemukan, tiba-tiba ada seorang siswa dari Sma lain, mengatakan telah menemukan kunci motorku, tapi dia meminta imbalan, rendy sudah sempat berantem sama anak itu, karena tidak terima aku di perlakukan itu. Aku coba melerai, dalam hatiku yang penting kunci motorku ketemu. Akhirnya aku sepakat memberi dia uang 10rb, sesuai permintaan dia.

Ke esokan harinya, aku sama rendy ingin membuat perhitungan dengan anak-anak kemarin, berhubung kami tidak ketemu, balas dendam itu, kami urungkan. Pada malam harinya baru kali itu rendy tidak main kerumahku, ternyata dia sedang di keroyok oleh siswa dari sekolahan lain, aku sama teman-temanku lain berusaha ke tempat dimana pengeroyokan itu terjadi, tetapi yang aku dapatkan rendy sudah terkapar dengan luka tusukan di leher dan pundak belakang tembus jantung. Dalam perjalanan ke rumah sakit, rendy menghembuskan nafas terakhirnya, dia meninggal sebelum sempat tertolong.

Malam itu setelah jenazah di antar pulang kerumah rendy, aku langsung pulang dan tertidur karena kecapean. Dalam mimpiku malam itu, aku di datangin rendy yang menitipkan pesan bahwa dia akan pergi selamanya. Ke esokan harinya aku mendapatkan kabar bahwa pembunuh rendy menyerahkan diri, hati lega banget dan aku yakin rendy juga pasti sudah tenang di surga. 3 hari setelah kematiannya, tanpa sengaja aku Cuma di rumah sendirian di temani ke 2 temanku, waktu itu hujan gerimis, dan mati lampu. Jam 2 pagi mereka semua pulang kerumah karena dia pikir sudah jam 5 pagi, kebetulan malam itu terang rembulan. Setelah mereka pulang aku tidur, tetapi setengah sadar, aku merasakan ada yang memelukku dari belakang, dan aku mendengar di luar ada yang nyayi sambil gitaran, suaranya pun tidak asing, seperti suaranya rendy. Aku coba mengintip keluar jendela dengan hati yang was was, aku pun berdzikir apa aja yang aku bisa, tapi suara it uterus ada, dan baru berhenti waktu adzan subuh, di luar sepi banget yang ada Cuma suara tapi tidak ada orangnya, sampai sekarang pun aku tidak tahu itu benar-benar suara rendy, apa orang iseng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Comments

Recent Posts