mbah google

Rabu, 23 Desember 2009

RINTIHAN IBU

Seharusnya aku yang menjaganya bukan dia?, seharusnya aku yang bisa tenangin dia saat menangis, seharusnya aku yang dipanggilnya sewaktu dia bangun tidur, seharusnya aku yang bisa melatih perkembangan otaknya,seharusnya aku yang membantunya berjalan, berlari, berbicara, seharusnya aku yang merawatnya saat dia terjatuh. Seharusnya aku orang yang dia peluk kala dia bersedih dan ketakutan, seharusnya aku yang hanya di benaknya, seharusnya aku yang paling dia sayang, seharusnya aku yang patut disalahkan, aku dan aku orang yang tidak tahu berterimakasih dan bersyukur, aku cuma bisa mengeluh dan mengeluh..

Menyesal dan menyesal, kecewa dan kecewa, seandainya waktu dapat diputar aku tidak akan melakukan hal sebodoh itu, aku terlalu sering menyakiti orang - orang yang sebenarnya menyayangiku dengan sepenuh hati, serta mempunyai tujuan yang baik buatku, tapi aku seolah- olah tidak tahu dan tidak mau tahu dengan perasaan mereka, saat ku terjatuh hanya mereka yang telah ku kecewakan memapahku dan lagi- lagi dengan tulusnya dia bilang, bangkit nak kamu tidak boleh menyerah karena keadaan, jalan masih panjang dan orang tidak akan selamanya menderita, jangan kecewakan orangtuau kamu lagi y??? itu yang selalu jadi beban pikiranku, sebegitu berharapnya mereka terhadap aku yang tidak tahu di untung ini. Seakan-akan kata sayang dan maafku untuk mereka cuma sebatas dibibir aja..

Aku tidak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, aku bisa disebut tunanetra hati n pikiran, karena aku dapat melihat tapi tak mampu untuk berfikir jernih dan dewasa..

Hidup di dunia hanya sementara, itu kata yang tidak mungkin aku lupakan dari ortuku, berdoa dan tetap berusaha, karena penderitaan yang kita alami itu berasal dari sikap kita sendiri yang kurang hati- hati dalam mengambil keputusan..

Kebahagiaan itu juga akan kita dapatkan hanya dengan kita mampu memerangi sikap ego dan kerakusan kita akan duniawi serta keikhlasan dan tetap bersyukur apapun yang kita punya sekarang, kehidupan yang kekal hanya di akhirat, maka perbanyaklah beribadah,,, nasehat yg sering kita dengar dan kita mengerti tapi sulit untuk kita lakukan.

LETAK RUH SETELAH KITA MENINGGAL

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah letak kediaman ruh-ruh di alam Barzakh, yaitu :

1. Ada ruh yang berdiam di tempat yang tinggi dari kalangan yang tertinggi ( I’lliyyin ), mereka adalah ruhnya para nabi.

2. Ada ruh yang berdiam pada badan-badan burung yang indah dan berkeliaran di surge sekehendak hatinya, mereka adalah ruhnya para syuhada yang selama di dunia tidak mempunyai hutang , namun apabila masih punya utang maka ruhnya masih terkurung sehingga tidak dapat memasuki surga.

3. Ada pula ruh yang kediamannya di pintu surga.

4. Ada ruh yang di penjara di dalam bumi, ia tidak dapat naik ke atas, mereka adalah golongan ruh yang rendah dan hina.

5. Ada ruh yang berada di dalam tungku api, mereka adalah ruh para pezina, baik lelaki maupun perempuan.

6. Ada ruh yang berenang terus di sungai darah, terus berdiam di situ sambil memakan bebatuan.

10 MANFAAT MENAHAN LAPAR

Imam Al Ghazali dalam kitabnya metode menaklukan jiwa menulis 10 manfaat yang di peroleh dengan menahan rasa lapar, yaitu :

Ø Menyucikan hati, menerangi naluri, dan menajamkan kecerdasan.

Ø Melunakkan dan menjernihkan hati.

Ø Tumbuhnya rasa malu, sikap rendah hati, dan hilangnya rasa cinta terhadap kemegahan, kegembiraan dan pola hidup bersenang-senang yang menjadi sumber sikap melampui batas dan lalai terhadap allah SWT.

Ø Orang menjadi tidak lupa terhadap cobaan maupun azab allah dan tidak menelantarkan orang-orang yang tertimpa musibah.

Ø Menaklukan segala nafsu untuk berbuat maksiat dan mengalahkan jiwa yang selalu memerintahkan pada kejahatan.

Ø Mencegah rasa ingin tidur dan membiasakan tidak tidur di malam hari.

Ø Mempermudah ketekunan dalam menjalankan ibadah.

Ø Kesehatan tubuh dan mencegah penyakit.

Ø Biaya hidup lebih ringan.

Ø Tumbuhnya kebiasaa mendahulukan kepentingan orang lain.

MANUSIA KARDUS

Mendengar cerita ini banyak sekali pertanyaan dalam benak aku waktu itu, ternyata asal mula dia di sebut manusia kardus itu awal mulanya dari suatu Negeri yang sangat penuh dengan kemiskinan dan kesengsaraan, Negara yang tidak pernah mengerti dan perduli akan kesengsaraan rakyatnya.

Awal mula ceritanya ketika pagi itu aku nongkrong di suatu warung karena bolos sekolah, aku sering membolos sekolah bersama-sama ke-3 teman ku yang lain, dan sering nongkrong di warung tersebut.Dan seperti biasanya aku melihat Roy di sebrang jalan, Roy adalah orang yang bertempat tinggal di pinggir jalan,dan di atas Trotoar bersama anaknya yang masih kecil tertidur pulas dengan beralaskan kardus,dengan selimut kardus pula. Sementara se-Roy sibuk memunguti gelas air mineral untuk ia jual menyambung hidup dia,dan anaknya.

Dia hidup bersama 1 anaknya,dan dia setiap kali berpindah-pindah tempat ia selalu membawa kardus-kardus bekas untuk ia,dan anaknya berlindung dari panasnya terik matahari disaat siang,ketika malam di gunakan untuk beristirahat. Aku merasa salut dengan Roy karena mampu memberikan makan kepada anaknya dengan cara yang halal,tanpa ia harus mencuri, mengemis, dan tanpa mengandalkan bantuan orang laen. Warga sekitar pernah memberikan dia kesempatan bekerja membantu warga seperti membantu membersikan sampah yang menumpuk dikali,dan menjadi penjaga pintu rel kereta api, tetapi dia menolaknya dengan alasan tidak mau meninggalkan anaknya sendirian.

Dia biasa disebut manusia kardus karena dia senang mengumpulkan kardus-kardus bukan untuk dijual tapi untuk dia, dan anaknya beristirahat,dia sering membuat seperti rumah-rumahan dengan kardusnya yang ia kumpulkan. Karena warga disekitar juga sudah pernah memberikan kasur kapuk bekas yang masih bisa dipakai,namun dia tidak pernah mau menggunakannya malahan kasur yang diberikan orang sering dia jual.

Pernah aku dan teman-teman ku mengobrol bersama Roy dan menanyakan mengapa ia senang dengan kardus-kardusnya itu,karena ada cerita tersendiri didalam kardusnya itu bagi Roy. Aku dan teman-temanku tidak berani menanyakan lebih jauh karena takut menyinggung perasaan Roy. Aku dan teman-temanku menyadari bahwa kami harus bersyukur dan harus lagi rajin sekolah,karena kita sudah sering melalaikan kewajiban sebagai seorang pelajar yang harusnya lebih giat bersekolah. Melihat kehidupan manusia kardus ini kami jadi terharu,dan malu kepada Roy dengan pejuangan dia bertahan hidup bersama anaknya yang masih balita.Ternyata masih banyak orang yang hidup dibawah kita,tapi meraka tidak pernah menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri. Terima Kasih Roy,manusia kardus ini telah menjadi inspirasi bagi kami yang masih bersekolah. Semoga Roy,dan anaknya mendapatkan apa yang mereka cita-citakan selama ini.

Recent Comments

Recent Posts