Imam Al Ghazali dalam kitabnya metode menaklukan jiwa menulis 10 manfaat yang di peroleh dengan menahan rasa lapar, yaitu :
ØMenyucikan hati, menerangi naluri, dan menajamkan kecerdasan.
ØMelunakkan dan menjernihkan hati.
ØTumbuhnya rasa malu, sikap rendah hati, dan hilangnya rasa cinta terhadap kemegahan, kegembiraan dan pola hidup bersenang-senang yang menjadi sumber sikap melampui batas dan lalai terhadap allah SWT.
ØOrang menjadi tidak lupa terhadap cobaan maupun azab allah dan tidak menelantarkan orang-orang yang tertimpa musibah.
ØMenaklukan segala nafsu untuk berbuat maksiat dan mengalahkan jiwa yang selalu memerintahkan pada kejahatan.
ØMencegah rasa ingin tidur dan membiasakan tidak tidur di malam hari.
ØMempermudah ketekunan dalam menjalankan ibadah.
ØKesehatan tubuh dan mencegah penyakit.
ØBiaya hidup lebih ringan.
ØTumbuhnya kebiasaa mendahulukan kepentingan orang lain.
Mendengar cerita ini banyak sekali pertanyaan dalam benak aku waktu itu, ternyata asal mula dia di sebut manusia kardus itu awal mulanya dari suatu Negeri yang sangat penuh dengan kemiskinan dan kesengsaraan, Negara yang tidak pernah mengerti dan perduli akan kesengsaraan rakyatnya.
Awal mula ceritanya ketika pagi itu aku nongkrong di suatu warung karena bolos sekolah, aku sering membolos sekolah bersama-sama ke-3 teman ku yang lain, dan sering nongkrong di warung tersebut.Dan seperti biasanya aku melihat Roy di sebrang jalan, Roy adalah orang yang bertempat tinggal di pinggir jalan,dan di atas Trotoar bersama anaknya yang masih kecil tertidur pulas dengan beralaskan kardus,dengan selimut kardus pula. Sementara se-Roy sibuk memunguti gelas air mineral untuk ia jual menyambung hidup dia,dan anaknya.
Dia hidup bersama 1 anaknya,dan dia setiap kali berpindah-pindah tempat ia selalu membawa kardus-kardus bekas untuk ia,dan anaknya berlindung dari panasnya terik matahari disaat siang,ketika malam di gunakan untuk beristirahat. Aku merasa salut dengan Roy karena mampu memberikan makan kepada anaknya dengan cara yang halal,tanpa ia harus mencuri, mengemis, dan tanpa mengandalkan bantuan orang laen. Warga sekitar pernah memberikan dia kesempatan bekerja membantu warga seperti membantu membersikan sampah yang menumpuk dikali,dan menjadi penjaga pintu rel kereta api, tetapi dia menolaknya dengan alasan tidak mau meninggalkan anaknya sendirian.
Dia biasa disebut manusia kardus karena dia senang mengumpulkan kardus-kardus bukan untuk dijual tapi untuk dia, dan anaknya beristirahat,dia sering membuat seperti rumah-rumahan dengan kardusnya yang ia kumpulkan. Karena warga disekitar juga sudah pernah memberikan kasur kapuk bekas yang masih bisa dipakai,namun dia tidak pernah mau menggunakannya malahan kasur yang diberikan orang sering dia jual.
Pernah aku dan teman-teman ku mengobrol bersama Roy dan menanyakan mengapa ia senang dengan kardus-kardusnya itu,karena ada cerita tersendiri didalam kardusnya itu bagi Roy. Aku dan teman-temanku tidak berani menanyakan lebih jauh karena takut menyinggung perasaan Roy. Aku dan teman-temanku menyadari bahwa kami harus bersyukur dan harus lagi rajin sekolah,karena kita sudah sering melalaikan kewajiban sebagai seorang pelajar yang harusnya lebih giat bersekolah. Melihat kehidupan manusia kardus ini kami jadi terharu,dan malu kepada Roy dengan pejuangan dia bertahan hidup bersama anaknya yang masih balita.Ternyata masih banyak orang yang hidup dibawah kita,tapi meraka tidak pernah menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri. Terima Kasih Roy,manusia kardus ini telah menjadi inspirasi bagi kami yang masih bersekolah. Semoga Roy,dan anaknya mendapatkan apa yang mereka cita-citakan selama ini.
Dalam mencapai cita-cita orang akan melakukan apapun meskipun itu dengan cara yang tidak terpuji seperti penyuapan salah satunya. Penyuapan itu sendiri tidak hanya ada pada pemerintahan ataupun dalam perusahaan tertentu, tapi sekarang dalam lembaga pendidikan itu sendiri telah tercoreng dengan namanya penyuapan, biasanya terjadi pada sekolah favorit dan pelakunya adalah guru yang mempunyai peran penting dalam sekolahan itu serta orangtua wali murid.
Tujuan dari penyuapan itu sendirikarena orangtua wali murid menginginkan anaknya di terima di sekolah favorit dengan cara instans, bahkan nilai bagus tidak jaminan akan di terima melainkan siapa yang memberi uang paling banyak dia yang akan menang. Ada juga wali murid yang beranggapan kalau anaknya sekolah di sekolahan favorit mempnyai kebanggaan tersendiri, dan biasanya fasilitas dari sekolahan favorit itu menunjang perkembangan anaknya, karena banyaknya ilmu-ilmu dan ekstrakurikuler atau tambahan pelajaran yang mungkin tidak di miliki sekolahan lain.
Selain itu banyaknya guru-guru yang masih labil emosinya, seperti halnya banyak kejadian di sekolahan kekerasan yang di lakukan guru terhadap muridnya hanya karena masalah yang boleh di bilang tidak terlalu besar. Komunikasi yang kurang terjalin dan sikap kurang saling menghormati di lingkungan sekolah, menjadi bagian penyebab terjadinya kekerasan dalam sekolah.
Seharusnya lembaga pendidikan mampu menyetarakan fasilitas sekolahan itu sama, sehingga para siswa memperoleh ilmu yang sama. Terkadang pada daerah terpencil sekolahan-sekolahan belum menerima ataupun tidak mengerti sama sekali yang namanya computer apalagi internet. Sedangkan pada zaman sekarang yang lebih maju ini, serba menggunakan computer dan internet.Itulah yang terkadang wali murid memilih anaknya sekolah di sekolahan favorit yang lebih terjamin fasilitasnya tidak hanya mengerti tentang pelajaran formalnya saja melainkan informalnya juga. Namun pada kenyataanya masing-masing sekolah bersaing dengan sekolahan lain bukan pada bidang prestasi melainkan materi dan merengkuk siswa sebanyak-banyaknya dengan melengkapi fasilitas sekolah yang memadai.
Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan kesempatan sekolahan favorit itu sebagai gudang uang terhadap wali murid yang berambisi besar sekolah di situ. Seharusnya lembaga pendidikan itu di gunakan untuk menimba ilmu bukan menimba uang yang tidak halal, namun pada dasarnya kesadaran dari masing-masing pihak sangatlah penting untuk berlaku jujur sehingga tidak terjadi kecurangan dalam mencari ilmu, karena ilmu yang di hasilkan dari kecurangan akan menghasilkan benih yang tidak baik juga. Semoga lembaga pendidikan yang akan datang menyadari pentingnya jujur.
Sekitar tahun 2004, Negara Indonesia ini sudah serentak mewajibkan wajib belajar 9 tahun dengan sekolah gratis atau biasa kita sebut BOS ( bantuan operasional sekolah ). Jadi murid – murid sudah bebas dari biaya bulanan yang biasa kita sebut juga dengan uang SPP.Namun pada kenyataan uang iuran bulanan gratis tapi harga buku yang di tawarkan dari sekolah membludak dan cenderung mahal, bagi rakyat kecil itu sangat memberatkan, dan pada kenyataanya sekarang masih banyak anak-anak di bawar umur berkeliaran di luaran pada jam-jam sekolah, seperti mengamen dan menjadi pengemis. Bahkan dari mereka sudah ada yang merokok dan minum-minuman keras. Entah itu di sebabkan karena apa?. Apa karena rendahnya pengetahuan mereka akan pentingnya bersekolah dan bahayanya merokok dan meminum-minuman yang di larang agama itu. Yang membuat mereka tidak bersekolah, alasanya Cuma karena harga buku-buku mahal dan tidak mampu membeli seragam. Ada juga yang beralasan ngapain sekolah toh ujung-ujungnya kerja paling jadi kuli, dan mereka juga beranggapan banyak orang-orang yang lulusan perguruan tinggi jadi pengangguran, apalagi kita yang rakyat kecil cuma mengandalkan sekolah gratis dan lulusan SMP.
Dari lembaga pendidikan pemerintah itu sendiri kurang memberikan semangat terhadap generasi-generasi muda, akan pentingnya mengecam pendidikan di sekolah meskipun hanya lulusan SMP, sebab ilmu itu sangat membantu untuk kehidupan kelak. Namun semangat itu hanya akan jadi omong kosong kalau dari lembaga pemerintahan itu sendiri tidak menjanjikan lapangan kerja bagi generasi muda yang akan datang. Beasiswa bagi siswa yang mempunyai prestasi juga kurang membuat semangat bagi generasi muda yang berasal dari rakyat menengah kebawah. Terus apa yang sebenarnya membuat generasi muda ini bersemangat dan menanamkan bahwa bersekolah itu penting??
Sampai sekarang kita belum menemukan jawaban itu, yang pasti harus ada pada generasi muda itu sendiri, dan pemerintah harus bisa memanfaatkan kepandaian dan keahlian dari generasi muda sekarang dengan membuka lapangan kerja, sehingga bisa di adu dengan Negara lain. Jangan sampai generasi muda di Negara kita yang berprestasi, malah lebih mencari nafkah dan bekerja untuk kemajuan Negara lain, Cuma karena gaji. Itu namanya kacang lupa sama kulitnya.
Lembaga pendidikan harus bisa membatasi murid yang kondusif di dalam kelas, karena terlalu banyak siswa juga akan mempengaruhi daya konsentrasi siswa, serta perhatian guru yang kurang fokus, karena merasa kewalahan dan siswa tidak mempunyai kesempatan buat bertanya karena terbatasnya waktu, dan guru juga kurang mengetahui murid yang sudah paham ataupun belum.
Pepatah tentang penyesalan selalu datang belakangan itu sebenarnya boleh percaya atau nggak, tapi saya pribadi sangatlah percaya, kenakalan dan sifatnya yang suka ngebangkang orangtua, membuatnya dia terjun kehal yang tak seharusnya dia lakukan, dia di cekokin sama teman-teman senangnya. Tanpa sadar kevirginan dia hilang di tangan temannya, tanpa dia sendiri tidak tahu siapa yang sudah mengambil kehormatanya, karena pada waktu itu tidak Cuma ada satu cowok di situ, keadaan pada mabok semua. Pingin teriak dan marah pun dia nggak berdaya, siapa yang mau di salahin dalam hal itu.
Waktu terus berjalan, dia seolah menikmati kenakalannya yang baru, minum, narkoba, dan freesex. Orangtuanya Cuma bisa menangis batin. Puncaknya dia hamil tanpa mengetahui siapa bapak dari anak itu. Jiwa seorang ibu masih tertanam dalam diri dia, kandungan itu tetap terus di rawat sampai dia melahirkan. Bagai lempar batu sembunyi tangan, dia meninggalkan anaknya di rumah sakit, dan merelakan anaknya di adopsi orang lain dan di jadikan bahan jual beli, adilkah ini buat si anak.
Dalam kisah nyata di atas dapat kita ambil pelajaran. Berapa banyak lagi, anak yang tidak tahu apa-apa harus tidak tahu siapa dan dimana ibu dan bapak kandungnya. Adilkah ini??? Bagaimana mungkin kita mau di sebut manusia bermoral dan punya akal, sedangkan kelakuan kita tidak punya belaskasihan. Pernah nggak berfikir bagi seorang ibu yang telah membuang anaknya, punya hati nurani, dia di lahirkan di dunia untuk hidup dan merasakan betapa indahnya ciptaan allah, bukannya di buang karena aib.
Apa ini yang di maksud zaman modern dan kemajuan teknologi, sedangkan pencabulan di bawah umur merajalela. Siapa yang patut di salahkan, orang tua tidak mungkin salah dalam hal ini, karena kita pribadi dilahirkan punya akal untuk berfikir. Jangan pernah nafsu mengendalikan akal kita, tapi akal kita yang mengendalikan nafsu.
Sulit rasanya melawan nafsu, tapi yakinlah kita hidup untuk beribadah, dan umur tidak akan abadi, ingatlah seakan-akan kita besok akan mati, biar kita selalu taat sama allah.